Home Owner Stuffs Links Friends Follow Dash



Dolly Mustache
Nailal


Hello..., Welcome to my blog! Nama saya Nailal Muna. Saya lahir pada tanggal 31 Agustus 1997. Saya bersekolah di MAN 3 KEDIRI di kelas 12 IPA 4.


Tagboard


Nailal Muna



Big Thanks

Design : Sharon Emily
Basecode : Anugerah Salsa
Best viewed in Google Chrome
Thank you!
PMDI (Pemikiran Modern Dunia Islam)



Halo teman teman... Disini saya akan meresensi buku karangan dari DR. Limas Dodi, M.Hum. Beliau adalah salah satu Dosen IAIN KEDIRI yang mengampu mata kuliah PMDI (Pemikiran Modern Dunia Islam).

IDENTITAS BUKU
Judul Buku : PMDI (Pemikiran Modern Dunia Islam)
Pengarang : DR. Limas Dodi, M.Hum
Tebal Buku : 231 halaman

TENTANG PENULIS
Penulis buku ini adalah DR. Limas Dodi, S.Thi., M.Hum. Beliau adalah cendekiawan muda yang melahirkan banyak karya (jurnal,buku maupun penelitian), dan ini merupakan salah satu karya yang dilahirkan beliau dari sekian banyak tulisan yang telah terbit.

ISI BUKU
Buku ini merupakan buku yang membahas tentang perkembangan pemikiran Islam menurut para tokoh dari zaman dahulu hingga sekarang.
Pada bagian pertama, buku ini membahas tentang pemikiran dari Muhammad Iqbal (Dinamisme Dalam Islam). Menurut Iqbal hukum Islam sebenarnya tidak bersifat statis tetapi berkembang sesuai dengan perkembangan zaman.Tujuan utama dari pemikiran ini yaitu untuk mengubah pola pemikiran umat Islam agar sesuai dengan perkembangan IPTEK dan falsafah modern agar Islam tidak ketinggalan zaman. Selanjutnya ada Muhammad Abduh (Ijtihad dan modernisasi pendidikan islam). Muhammad Abduh menyerukan anti taqlid karena kenyataan umat Islam telah mengalami kejumudan berpikir. Sikap sedemikian ini pada giliranya akan melahirkan antipati terhadap perkembangan sains modern. Beliau juga tokoh yang menggagas mengenai kurikulum pendidikan agama dan umum yang berorientasi pada pencapaian kebahagiaan di akherat melalui pendidikan jiwa dan kebahagiaan di dunia dengan pendidikan akal. Kemudian ada Asghar Ali Engineer (Theologi Pembebasan). Menurut Asghar Ali, Islam datang dengan semangat pembebasan, akan tetapi sepeninggal Nabi Muhammad, Islam kehilangan peran vitalnya. Salah satunya terlihat dalam konsep teoliginya.Teologinya Islam yang pada awalnya dekat dengan keadilan sosial dan ekonomi, mulai beralih ke masalah-masalah eskatologi dan masalah yang bersifat duniawi.Teologi Islam kemudian berkembang dengan metode skolastik dan spekulatif. Selanjutnya, Seyyed Hossein Nasr (Alam Pemikiran Tradisional dan Kritik atas Dunia Modern) Menurut Seyyed Hossein Nasr Alam Pemikiran Tradisional dan Kritik atas Dunia Modern yaitu Gerakan Tradisonalisme Islam yang ditawarkan oleh Nasr, merupakan gerakan untuk mengajak kembali ke ‘akar tradisi’, yang merupakan kebenaran dan sumber asal segala sesuatu. Sementara kritik atas dunia modernnya berisi kira-kira seperti ini, “Sebagai manusia yang beragama, kita tidak seharusnya meniru hal-hal negatif pada budaya barat (modern).Yang harus kita lakukan adalah mengusahakan IMAN, ILMU dan TEKNOLOGI berjalan beriringan.” Kemudian ada Mustafa Kemal Ataturk (Sekularisme di Turki). Sekularisme adalah pemisahan antara agama dengan aspek kehidupan duniawi. Dengan membuat kedaulatan di tangan rakyat, maka pemikiran Mustafa Kemal dengan sekularismenya ingin menghapus jabatan khalifah, menghendaki jabatan khalifah hanya murni menyangkut masalah keagamaan saja, tidak ikut masalah ketatanegaraan. Namun dari beberapa gebrakan Mustafa memperlihatkan keseriusanya untuk mencerdaskan bangsanya, termasuk memahami dasar-dasar ajaran agamanya. Selanjutnya, Fazlurrahman (Membuka Pintu Ijtihad). Beliau telah menggagas pemikiran berupa Neo-modernisme dalam Islam. Fazzlurahman mengkritik bahwa orang modern cenderung gagal memahami Al-Quran yang tidak hanya pada ranah teologi dan hukum, akan tetapi juga pada sufisme. Karena dirasa pintu ijtihad yang tertutup dapat menimbulkan dampak-dampak yang negatif, yakni salah satunya umat Islam menjadi statis dan tidak kritis, yang menyebabkan kemunduran dan keterbelakangan umat Islam. Untuk itulah Fazlurahman menawarkan konsep double movement  dalam pemikiranya dan dalam metode ijtihadnya. Lalu, ada Mohammed Arkoun (Nalar Islam). Mohammad Arkoun berpendapat bahwa universalisme dan pluralisme peradaban manusia saling berinteraksi, dan Islam memiliki peran yang besar. Dan sekarang perlu diaktualisasikan kembali sumbangan Islam dalam peradaban dunia dengan reinterpretasi terhadap tradisi yang ada dan bersikap terbuka serta dialogis dengan budaya lain tanpa memutus diri dari prinsip al Quran. Kemudian Mukti Ali (Metode Memahami Agama) Dasar pemikiran Mukti Ali adalah mengacu pada kondisi bangsa Indonesia. Mukti Ali dikenal sebagai Founding Fathers Of Religion ComparativesStudy. Dalam mempelajari studi agama Mukti Ali memiliki beberapa metode, yakni Pendekatan Sosio-Historis, Pendekatan Tipologi, Pendekatan Scientific Cum Doctrine. Selanjutnya, Harun Nasution (Islam rasional). Beliau berusaha membawa umat Islam di Indonesia kearah rasionalitas, agar tidak terlalu didominasi paham Jabariah yang terlalu menyerah pada takdir, dan kurang menghargai kapasitas akal untuk melakukan ikhtiar dalam perubahan nasib. Selanjutnya Nurcholish Majid (Islam Kontemporer Indonesia). Corak pemikiran Nurcholish Madjid dapat dipetakan dalam konstruksi kesatuan gagasan tentang keislaman, keindonesiaan, dan kemodernan. Bentuk pemikiran beliau adalah dialektika antara nilai universal dari sebuah ajaran Islam dengan nilai-nilai asli budaya Indonesia dan nilai-nilai kemodernan.Gagasan  pemikiran Nurcholish Madjid yang menggambarkan upaya kontekstualisasi Islam dengan nilai keindonesiaan, yang sekaligus mencerminkan teologi keindonesiannya. Pemikiranya pada wilayah ini dilatarbelakangi oleh keinginanya memperlihatkan bahwa Islam tidak hanya bertentangan dengan isu-isu modernitas, tetapi juga memandang nilai-nilai yang mendukung modernisasi itu sendiri. Selanjutnya Abdurohman Wahid (Islam Kosmopolitan). Tidak seperti pemikir dan ulama lainnya, Gus Dur mampu membuktikan bahwa Islam adalah agama kosmopolitan. Dalam hal ini, Gus Dur membuktikan kosmopolitanisme Islam dengan menyuguhkan beberapa contoh.Di antaranya adalah terjadinya perubahan sikap hukum Islam (fiqh) terhadap kaum perempuan.Sebelumnya, kita sangat kesulitan menemukan anak-anak perempuan kaum Muslimin yang dapat mengenyam pendidikan, tetapi di banyak negeri sekarang ini, mereka banyak yang menjadi sarjana perguruan tinggi.Konsekuensi sikap ini adalah tanda-tanda adanya kosmopolitanisme dalam masyarakat yang bersangkutan.

KELEBIHAN:
Isi buku ini menunjukkan bahwa tokoh beserta pemikirannya tentang Islam tidak hanya ada dari luar negeri saja, tetapi juga dalam negeri. Dan semua pemikirannya memberi kita banyak wawasan tentang bagaimana perkembangan Islam dari dulu hingga sekarang.

KELEMAHAN:
Pada beberapa bagian, bahasa yang digunakan dalam buku ini cukup sulit dimengerti, dan kurang dapat menggambarkan secara jelas maksud suatu hal tertentu.



















friend





Waktu berjalan begitu cepat,tak terasa 3 tahun sudah kita selalu bersama susah senang mewarnai setiap langkah kita,sekarang sudah tiba saatnya untuk berpisah jangan pernah lupakan kisah kita pada masa2 SMA ini. You Are My Best Friend :) #Ainna Hutami Sari


Cerita Melayu Klasik



MENGAPA BANGAU KURUS

 Pada suatu hari, Raja Sulaiman memanggil semua burung datang mengadap. Semua jenis burung hadir.
“Beta ingin sampaikan berita gembira. Hari ini genaplah seratus purnama beta memerintah. Oleh itu beta ingin beri hadiah istimewa. Kamu boelh minta apa sahaja. Beta akan tunaikan permintaan kamu,” titah Raja Sulaiman. Semua burung berasa gembira. Ada yang bersorak-sorak. Ada yang melompat-lompat.
“Bolehkan patik mendapat bulu yang cantik tuanku? Patik ingin jadi burung paling cantik di dunia,” kata merak.
“Tentu boleh. Beta akan tunaikan permintaan kamu itu,” titah Raja Sulaiman sambil tersenyum.
“Kamu pula hendak apa?” Tanya Raja Sulaiman kepada kelicap.
“Kalau boleh, patik ingin paruh yang panjang,” kata kelicap.
“Kenapa minta paruh yang panjang?” Tanya Raja Sulaiman.
“Patik suka minum madu, tuanku. Kalau paruh patik panjang, senanglah hisap madu bunga,” jawab kelicap,” jawab kelicap.
“Baiklah, beta akan tunaikan permintaan kamu itu, itik. Beta akan beri kamu kaki yang lebar,” jawab Raja Sulaiman.
“Patik ingin sarang yang cantik, tuanku,” kata tempua.
“Kalau begitu, beta akan beri kamu kepandaian membuat sarang,” titah baginda.
“Tuanku, tubuh patik ini kecil. Kalau boleh patik mahu kepala patik berwarna putih. Dari jauh lagi sudah dapat dilihat,” pinta pipit.
“Perkara itu mudah sahaja. Akan beta tunaikan,” titah Raja Sulaiman lagi.
Semua burung telah meminta hajat mereka. Kini Cuma tinggal giliran bangau yang sombong.
“Pintalah segera wahai bangau. Beta pasti tunaikan,” titah Raja Sulaiman.
“Baiklah tuanku. Patik mahu minta makan tujuh hari sekali,” kata bangau.
“Apa? Boleh kamu ulang?” soal Raja Sulaiman. Baginda terkejut.
“Patik mahu minta makan tujuh hari sekali,” kata bangau lagi.
Semua burung yang ada terkejut. Mereka hairan dengan permintaan itu. Raja Sulaiman juga berasa ganjil. Baginda suruh bangau ulangi lagi permintaannya. Bangau tetap berkata seperti itu juga. Akhirnya Raja Sulaiman puas hati. Baginda akan tunaikan permintaan bangau itu.
Esoknya, bangau pergi ke tepi tasik. Ia ingin mencari ikan. Namun, seekor pun dia tidak dapat. Pada hari ketujuh barulah dia dapat seekor.
Kenapa aku susah hendak dapat makanan? Bukankah aku minta banyak makanan daripada baginda? Bisik bangau dalam hati. Tiba-tiba bangau teringat kembali kata-katanya dahulu. Ia meminta makan tujuh hari sekali. Bukan minta makan tujuh kali sehari.
“Aku dah tersalah cakap. Patutlah semua burung hairan. Tak seekor pun tolong betulkan cakap aku. Mungkin kerana aku sombong. Aku menyesal,” kata bangau sendirian.
Mulai hari itu bangau sukar dapat ikan. Badannya semakin kurus. Ia rasa sedih. Kadang-kadang ia berdiri lama dalam air. Ia termenung memikirkan nasibnya. Itulah sebabnya badan bangau kurus.

Amanat :

1. Jangan Bersikap Sombong.                                       
2. Berfikir sebelum membuat keputusan.
3. Terimalah takdir dengan redha.


Chirstmas Tree


Origaminya Keren Lo.. ^^ {}


Ringkasan Materi Persiapan UN FISIKA

  Monggo di download guys :) ^^


soal dan pembahasan UN fisika 2012



Cerita Melayu Klasik



SUMPAHAN ULAT TANAH

Hampir seminggu Tuan Peladang duduk termenung. Musim kemarau memusnahkan tanaman diladangnya. Tanah menjadi kering-kontang. Tuan Peladang melihat air simpanannya di dalam tempayan cuma tinggal separuh sahaja lagi. Dia khuatir jika keadaan kemarau terus berlarutan, ini akan mengakibatkan dia mati kehausan.
Seekor lembu kepunyaan Tuan Peladang berada di kandang. Sang Lembu gembira kerana tidak perlu bekerja di ladang sejak musim kemarau melanda. Namun demikian, kegembiraan lembu itu tidak lama kerana musim kemarau itu menyebabkan rumput-rumput segar yang menjadi makanannya kering dan mati. Kini sukar bagi Sang Lembu itu mendapatkan rumput yang segar.
Pada suatu hari Sang Lembu mengambil keputusan untuk meninggalkan Tuan Peladang. Seboleh-bolehnya Sang Lembu ingin membuat sesuatu untuk mengubat kesedihan Tuan Peladang. Pada suatu malam, Sang Lembu telah keluar meninggalkan kandangnya. Sang Lembu berjalan untuk mencari sumber air. Setelah jauh berjalan, Sang Lembu terjumpa dengan sebuah perigi. Sang Lembu berfikir, tentulah perigi itu mempunyai air tetapi sungguh malang nasibnya kerana tiada air di dalam perigi tersebut. Sang Lembu berasa sedih dan duduk di tepi perigi buta itu sambil mengenangkan nasib yang bakal manimpa dirinya.
Sewaktu Sang Lembu duduk ditepi perigi itu, dia terdengar satu suara memanggilnya.
“Siapa?” Sang Lembu bertanya kehairanan.
“Aku, ulat tanah di dalam perigi buta ini.”
“Buat apa kamu di dalam perigi ini?” soal Sang Lembu lagi.
“Ini rumahku Sang Lembu. Sudah lama aku di sini sejak perigi ini kering airnya.”
“Tapi bagaimana kamu boleh hidup tanpa air di sini?” cetus Sang Lembu itu.
“Aku akan memberitahu kamu kenapa aku boleh hidup di sini tetapi kamu mestilah berjanji denganku terlebih dahulu.”
“Cakaplah saja dan aku akan berpegang pada janji-janji kamu itu.”
“Aku tahu kamu dan Tuan Peladang menghadapi masalah kekurangan air. Aku boleh tolong mengatasi masalah tersebut.” Sang Lembu tertawa. Dia tidak percaya dengan ulat tanah. “Dengarlah dulu kata-kata aku ini. Janganlah mentertawakan aku pula,” marah ulat tanah.
“Aku minta maaf Sang Ulat. Cakaplah aku bersedia mendengarnya.”
“Sebenarnya tanah di dalam perigi ini tetap lembap. Kalau digali pasti akan mengeluarkan air. Air perigi ini akan penuh semula. Justeru itu aku boleh berikan perigi ini kepada kamu dan Tuan Peladang. Tetapi sebagai ganjaran kamu hendaklah menyuruh Tuan Peladang menanam tanam-tanaman seperti sayur-sayuran di sekitar perigi ini. Aku dan kawan-kawanku akan berpindah dari perigi ini tetapi tidak jauh dari kawasan ini juga.”
“Terima kasih atas pertolongan kamu itu Sang Ulat. Tapi kenapa tuan aku mesti menanam tanaman di kawasan perigi ini?”
“Itu sebagai ganjaran kepadaku. Kamu hendaklah merahsiakan perkara ini dan tidak memberitahu sesiapa pun tentang perigi ini. Berjanjilah kamu akan menyuruh Tuan Peladang menanam sayur-sayuran di sini.”
“Baiklah. Terima kasih di atas pertolongan kamu itu wahai Sang Ulat.”
“Ah! Perkara biasa saja. Bukankah kita hidup perlu saling tolong-menolong.”
Sang Lembu pulang dengan hati yang girang. Didapatinya Tuan Peladang masih duduk termenung. Sang Lembu terus menceritakan tentang penemuan perigi itu kepada Tuan Peladang. Mendengarkan cerita Sang Lembu, tanpa berlengah-lengah lagi Tuan Peladang membawa cangkul dan tangga ke perigi yang dikatakan oleh Sang Lembu.
Tuan Peladang turun ke dalam perigi menerusi tangga yang dibawanya dan terus mencangkul tanah di dalam perigi tersebut. Tidak berapa lama kemudian, mata air mulai muncul di permukaan tanah.
Hati Tuan Peladang bertambah riang. Air mulai memenuhi perigi itu. Tuan Peladang menepuk-nepuk belakang Sang Lembu yang berjasa terhadapnya. Walaupun begitu Sang Lembu tidak memberitahu siapakah yang mengesyorkan agar Tuan Peladang menanam sayur-sayuran di kawasan perigi itu. Tuan Peladang pula tidak banyak soal dan bersetuju dengan pendapat Sang Lembu untuk menanam tanam-tanaman di kawasan itu. Ini akan memudahkan lagi baginya mendapat bekalan air.
Beberapa bulan kemudian, sayur-sayuran tersebut tumbuh dengan suburnya. Tuan Peladang berasa sangat gembira. Di samping itu, Tuan Peladang juga menperolehi pendapatan daripada hasil menjual air. Semakin bertambah lumayan pendapatan Tuan Peladang.
Pada suatu hari, Tuan Peladang datang ke kawasan perigi untuk memetik sayur-sayurannya tetapi alangkah terkejutnya Tuan Peladang apabila mendapati sayur-sayurannya terkorek di sana-sini. Tuan Peladang menuduh Sang Lembu memakan dan merosakkan tanaman yang ditanamnya. Sang Lembu tidak mengaku bersalah. Tuan Peladang semakin marah dan memukul belakang Sang Lembu sekuat-kuat hatinya. Sang Lembu menjerit kesakitan dan terpaksalah dia berterus-terang. Mendengarkan cerita Sang Lembu, Tuan Peladang rasa tertipu.
Tuan Peladang tidak mempercayai bahawa ulat tanah boleh membantu memberikan air. Tuan Peladang mencari ulat tanah di merata-rata tempat. Beberapa kawasan tanah digali oleh Tuan Peladang. Akhirnya Tuan Peladang berjumpa dengan sekelompok ulat tanah. Tanpa membuang masa lagi, Tuan Peladang mengambil racun lalu disemburkannya ke arah ulat-ulat tersebut. Banyaklah ulat tanah yang menjadi korban.
Seekor ulat tanah sempat melarikan diri. Ulat tanah itu tahu Tuan Peladang tidak berhati perut dan mengenang budi. Ulat tanah bersumpah untuk membalas dendam. Ulat tanah tidak mahu melihat Tuan Peladang dan Sang Lembu di kawasannya lagi. Sememangnya Sang Ulat Tanah menyimpan kemarahan yang amat sangat.
Tiba-tiba air perigi menjadi kering kembali. Habis kesemua tanaman Tuan Peladang terkulai layu. Tuan Peladang tersentak melihat perubahan yang mendadak itu. Dia berasa sangat menyesal kerana membunuh ulat-ulat tanah. Sang Lembu pun turut bersedih mengenangkan bencana yang bakal diterimanya nanti. Dari satu arah Sang Lembu terdengar suara Sang Ulat Tanah berkata sesuatu.
“Tidak semua orang itu boleh dijadikan kawan. Lebih baik hidup bersendirian dari berdampingan dengan orang yang tak tahu mengenang budi.”
Kini Sang Lembu mengerti tentang kesilapannya. Dialah yang patut disalahkan kerana memberitahu Tuan Peladang tentang ulat tanah yang tinggal di kawasan itu.
Pengajaran :
1. Sudah terhantuk baru terngadah.
2. Janji mesti ditepati.






? ?